[HATI-HATI] Air Apa yang Kita Minum???

1. AIR PDAM

Dalam proses pembuatan air PAM, klorin / kaporit adalah bahan yang paling murah dan biasa dipergunakan untuk membunuh kuman atau bakteri. Klorin / kaporit juga dapat mengikat zat-zat lain didalam air dan mengendapkannya sehingga air menjadi jernih. Akumulasi klorin / kaporit dalam tubuh lama kelamaan akan menyebabkan penyakit batu ginjal. Klorin juga dapat bersenyawa dengan karat (besi) dan zat organik membentuk unsur baru yang disebut THM (Trihalomethane). THM merupakan bahan karsinogenik (dapat menyebabkan kanker). Kandungan klorin dalam Air PAM juga menyebabkan kulit menjadi kering dan bersisik, sehingga tidak cocok untuk dipergunakan dalam perawatan kulit. Hal ini mudah terlihat bila kita berenang, kulit akan terasa kering dan bersisik karena kolam renang kadang menggunakan klorin / kaporit yang berlebihan untuk membunuh kuman penyebab penyakit kulit (ataupun penyakit menular lainnya). Memasak Air PAM hanya dapat membunuh bakterinya saja, sementara zat-zat kimia (seperti halnya klorin) tidak akan hilang. Selain itu mendidihkan air juga menyebabkan kandungan oksigen (O2) akan menguap, sehingga air tersebut miskin dengan oksigen dan tidak baik untuk tubuh karena oksigen berfungsi untuk membantu proses metabolisme tubuh (membantu mengubah karbohidrat menjadi energi). Oksigen berfungsi pula untuk membantu proses terbentuknya produksi haemoglobin atau sel darah merah (kekurangan sel darah merah merupakan penyebab utama penyakit anemia).

2. AIR TANAH/AIR SUMUR

Air tanah di kota-kota besar banyak yang telah tercemar oleh limbah rumah tangga contohnya: detergen, karbol, sabun mandi, shampoo dan lain-lain. Kebocoran pada septic-tank pun seringkali terjadi dan mencemari air tanah / air sumur disekitarnya. Banjir di musim hujan sudah merupakan hal yang biasa, akibatnya limbah pabrik, limbah rumah tangga semuanya ikut mencemari sumber air tanah / air sumur. Pemakaian air tanah yang berlebihan di kota pesisir pantai juga menyebabkan terjadinya resapan air laut ke darat. Resapan air laut di kota Jakarta sudah mencapai daerah Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat, dan menyebabkan air tanah di daerah tersebut tidak dapat dipergunakan. Memasak air tanah / air sumur hanya membunuh mikroorganisme (bakteri/kuman), zat-zat kimia berbahaya tetap tidak bisa hilang. Apabila air semacam ini dikonsumsi terus menerus, akhirnya akan menyebabkan penyakit (efek jangka panjang).
3. AIR SUNGAI/DANAU
Daerah sekitar danau ataupun daerah aliran sungai (DAS) baik di hulu maupun hilir umumnya merupakan tempat pemukimam penduduk ataupun lingkungan industri. Kondisi air danau / air sungai saat ini sudah tercemar oleh limbah pertanian, peternakan, rumah tangga, industri atau pabrik dan lain-lain. Pencemaran itu bahkan terkadang dapat terlihat secara fisik (air sungai yang berwarna hitam dan berbau). Air danau / air sungai yang sudah sangat tercemar tersebut tidak layak untuk digunakan baik untuk mandi/membasuh apalagi sebagai air minum
4. MATA AIR
Begitu mudahnya sumber air kita terkontaminasi, akibatnya banyak orang mulai mencari sumber air yang lebih aman untuk diminum. Inilah sebabnya mengapa kita dikelilingi oleh begitu banyak air minum dalam kemasan (AMDK) yang berlabel mata air pegunungan. Dengan harapan bahwa sumber mata air dari pegunungan tentunya belum tercemar. Padahal justru sumber mata air pegunungan seringkali tercemar oleh limbah pertanian atau limbah peternakan. Kemajuan di bidang pertanian maupun peternakan selalu berhubungan erat dengan pemakaian bahan-bahan kimia (pestisida, herbisida, fungisida, pupuk, dll). Yang implikasinya selalu mencemari lingkungan, apabila terjadi hujan maka kontaminasi dari bahan-bahan kimia tersebut dapat meresap sampai terbawa ke mata air.
5. AIR HUJAN
Akibat polusi udara seperti asap kendaraan bermotor, asap pabrik yang bereaksi dengan uap air (H2O + CO2 = H2CO3 / asam carbonat, H2O + SO3 = H2SO4 / asam sulfat) mengakibatkan hujan asam. Air hujan tersebut memiliki TDS (Total Dissolved Solid) rendah tetapi kandungan asam tinggi sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Hujan asam juga menyebabkan besi cepat berkarat (korosi) dan merusak bangunan (lihat artikel mengenai hujan asam).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: