Archive for the Air Category

[BIJI KELOR] PENGGANTI KAPORIT

Posted in Air on February 16, 2011 by ekojuli

Sesuai anjuran pemerintah dan kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat, air yang tercemar diberi kaporit untuk menetralkan, tapi ternyata banyak yang tetap tidak mempan. Selain itu air yang diberi kaporit biasanya akan membuat tubuh tidak nyaman. Kulit dan rambut akan terasa kering, bahkan dalam jangka panjang akan menstimulan penyakit ginjal. Dari sisi lingkungan atau ekologis, pemakaian kaporit yang secara terus menerus akan mematikan ekosistem sungai bila limbahnya dibuang ke sana. Hal tersebut bisa dicoba dengan misalnya menaruh ikan pada air berkaporit, dalam beberapa waktu ikan tersebut akan mati. Begitu juga dengan tanaman, air berkaporit yang digunakan untuk menyiram tanaman akan membuat tanaman menjadi tidak sehat.
Pusat-pusat pengolahan air perkotaan atau municipal water treatment dengan skala besar mengolah air dengan cara menambahkan senyawa kimia penggumpal (coagulants) ke dalam air kotor yang akan diolah. Dengan cara tersebut partikel-partikel yang berada di dalam air akan menjadi suatu gumpalan yang lebih besar lalu mengendap. Baru kemudian air di bagian atas yang bersih dipisahkan untuk digunakan keperluan sehari-hari. Namun demikian, zat kimia penggumpal yang baik tidak mudah dijumpai di berbagai daerah terpencil. Andaipun ada pasti harganya tidak terjangkau oleh masyarakat.
Salah satu alternatif yang tersedia secara lokal adalah penggunaan koagulan alami dari tanaman yang barangkali dapat diperoleh di sekitar kita. Penelitian dari The Environmental Engineering Group di Universitas Leicester, Inggris, telah lama mempelajari potensi penggunaan berbagai koagulan alami dalam proses pengolahan air skala kecil, menengah, dan besar. Penelitian mereka dipusatkan terhadap potensi koagulan dari tepung biji tanaman Moringa oleifera. Tanaman ini mengandung zat aktif rhamnosyloxy-benzil-isothiocyanate, yang mampu mengadopsi dan menetralisir partikel-partikel lumpur serta logam yang terkandung dalam air limbah suspensi, dengan partikel kotoran melayang di dalam air.
Tanaman tersebut banyak tumbuh di India bagian utara, tetapi sekarang sudah menyebar ke mana-mana ke seluruh kawasan tropis, termasuk Indonesia. Di Indonesia tanaman tersebut dikenal sebagai tanaman kelor dengan daun yang kecil-kecil.

Proses pembersihan tersebut menurut hasil penelitian yang telah dilaporkan mampu memproduksi bakteri secara luar biasa, yaitu sebanyak 90-99,9% yang melekat pada partikel- partikel padat, sekaligus menjernihkan air, yang relatif aman (untuk kondisi serba keterbatasan) serta dapat digunakan sebagai air minum masyarakat setempat. Penelitian lain mengatakan serbuk bijinya mampu membersihkan 90 persen dari total bakteri E. Coli dalam seliter air sungai dalam waktu 20 menit. Selain itu biji kelor bisa dimanfaatkan sebagai bahan koagulan (bioflokulan) sewaktu mengolah limbah cair pabrik tekstil. Hasilnya terjadi degradasi warna hingga 98 persen penurunan BOD 62 persen, dan kandungan lumpur 70 ml per liter.
Proses Pemanfaatannya bisa dilihat pada gambar berikut :

Diolah dari berbagai sumber

Waspada Aqua Palsu Beracun

Posted in Air, Air dalam Tubuh Manusia with tags , , , on May 28, 2009 by ekojuli

Waspada Aqua Palsu Beracun

Air kemasan palsu diduga marak beredar di sekitar wilayah Depok, Jawa Barat. Jika dikonsumsi, air itu bisa menimbulkan keracunan.

7ykVo6x3kUDugaan itu mencuat setelah Sugiarti, warga Kompleks Puri Primakom Blok A 15 Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan, Depok mengadu ke Polsek Sawangan bahwa keluarganya mengalami keracunan setelah mengkonsumsi air kemasan yang dibeli di toko dekat rumahnya.

Peristiwa keracunan itu sendiri menimpa anaknya bernama Fauzi Easter yang berumur tujuh tahun. Dia menceritakan pada Minggu 24 Mei 2009 kemarin, ia meminta pembantunya untuk membeli tiga galon air kemasan bermerek Aqua ke toko di dekat rumahnya.
Setelah itu, salah satu galon dibuka dan dikonsumsi pada Senin pagi kemarin. Tapi saat di kantor, Sugiarti mendapat telepon bahwa Fauzi mengalami pusing dan muntah-muntah. Setelah dibawa ke dokter, diketahui bahwa Fauzi mengalami gangguan pencernaan akibat bakteri ekoli.

“Senin sore air galon itu saya turunkan dari dispenser dan ternyata di bagian bawahnya tampak keruh dan baunya menyengat. Semua memang merasa mual, tapi karena Fauzi anak-anak, mungkin fisiknya lemah jadi paling menderita,” kata Sugiarti saat melapor ke Polsek Sawangan, Selasa (26/5/2009).

Namun hari ini kondisi anaknya yang masih duduk di bangku kelas II SD itu sudah membaik dan tetap masuk sekolah karena harus mengikuti ujian.
Kapolsek Sawangan AKP Icang Suhendar menyatakan akan menguji sampel Aqua tersebut sehingga dirinya belum memastikan apakah keracunan itu akibat air atau yang lain.

“Kalau terbukti akan memanggil toko yang menjual air kemasan tersebut, dan akan dilakukan razia di agen-agen dan toko-toko,” jelasnya. Pelaku pemalsuan diancam dengan pasal 178 KUHP tentang penipuan.
Sugiarti sendiri mengaku melaporkan dugaan adanya Aqua palsu ini karena dirinya sudah tiga kali menemui air kemasan galon yang mencurigakan. Di antaranya pernah ditemui air yang berwarna kehijauan.

“Sudah tiga kali saya menemukan yang seperti ini. Pernah saya beli, warna airnya hijau, terus saya tukar lagi,” ungkapnya.

Sumber: Okezone.com

Eh, Air Tambang pun Bisa Langsung Diminum

Posted in Air on May 1, 2009 by ekojuli

JAKARTA, KOMPAS.com – Air limbah tambang ternyata bisa diolah menjadi air bersih yang bisa langsung diminum manusia. Sebagai bagian dari corporate social responsibility (CSR) PT Adaro Indonesia sudah mengolah air bekas limbah batubara dengan mengembangkan sistem pengelolaan air limbah yang diberi nama WTP (Water Treatment Plant) – T300 pada pertengahan tahun 2008. T-300 adalah nama sebuah block pada bagian Barat tambang Tutupan.

“Karena berlokasi di bagian ujung Barat tambang Tutupan, biasa juga disebut block T-300, maka alat pengolah air limbah ini kami namakan WTP T-300,” sebut Waste Water Supervisor PT Adaro Indonesia, Ahmad Helmi.

Sampai saat ini, menurut Helmi, WTP T-300 mampu memproduksi maksimal air bersih siap minum sebesar 20 liter per detik atau 72 m3 per jam dengan 2 tangki penampungan hasil olahan berkapasitas 450 m3 dan 72 m3.

Adapun proses pengolahan air di WTP ini melalui beberapa tahap. Pertama adalah pH adjustment atau biasa disebut netralisasi. Selanjutnya proses Coagulasi dan flocculasi yang berfungsi sebagai penjernihan atau mengendapkan partikel-partikel terlarut yang ada dalam air. Terakhir adalah Corrinasi berfungsi desinfektan untuk membunuh bakteri, seperti E-coli dan Coliform.

“Proses ini diperlukan guna memenuhi standar baku mutu sebagaimana Peraturan MenKes RI.No.416 / MENKES/ PER / IX / 1990 dan Kep.Men.Kes RI No.907/ MENKES / SK / VII / 2002 tentang standar air minum dan air bersih,” tambah dia.

Ditegaskan Helmi, air yang tadinya telah sesuai standar baku mutu, ditingkatkan kualitasnya menjadi air bersih yang dapat langsung diminum. “Air juga telah melalui berbagai tahapan penelitian agar aman untuk dikonsumsi. Air yang diproduksi dari WTP ini sudah dikonsumsi oleh karyawan Adaro dan mitra kerjanya,” ungkapnya.

Selain sudah dikonsumsi kalangan internal Adaro, air pengolahan tersebut juga sudah dinikmati oleh masyarakat sekitar tambang dengan pendistribusian melalui tangki-tangki air.

Perusahaan pertambangan batubara yang beroperasional di Tanah Sanggam dan Saraba Kawa, Kalimantan Selatan ini, dalam waktu dekat akan melakukan pipanisasi ke Desa Dahai dan Padang Panjang. “Dalam waktu dekat, air bersih tersebut juga akan dialirkan ke rumah-rumah penduduk di sekitarnya. Saat ini akan dilaksanakan tender untuk mencari mitra kerja yang akan mengerjakan proyek pipanisasi itu,” imbuh Section Head Comdev PT Adaro Indonesia Abdurrahman.

Menurut Abdurrahman, pihak konsultan perencana telah menyelesaikan 90 persen teknis perencanaan pipanisasi. Direncanakan, tahun ini masyarakat Desa Padang Panjang dan Dahai bisa menikmati saluran air dimaksud, hingga masuk langsung ke dalam rumah mereka. “Diharapkan proyek pipanisasi yang panjangnya kurang lebih 10 km ini akan selesai tahun 2009,” ungkap Abdurrahman.

Atas terobosan melahirkan WTP T-300 ini, PT Adaro Indonesia mendapatkan penghargaan dalam Indonesian CSR Awards 2008, yaitu Terbaik kedua Bidang Lingkungan untuk program produk air bersih dengan memanfaatkan air limbah tambang. (*)

sumber : kompas.com

[AMDK LAGI] Air Berkuman Dalam Kemasan

Posted in Air, Air dalam Tubuh Manusia with tags , , on April 22, 2009 by ekojuli

Liputan6.com, Jakarta: Saat ini, tingkat ketergantungan masyarakat pada air minum dalam kemasan semakin tinggi. Minuman ini dimana-mana seperti sudah menjadi kebutuhan. Di warung, rumah, sekolah, di tengah kemacetan apalagi saat dahaga selepas melakukan aktivitas atau berolahraga. Konsumsi air minum dalam kemasan mencapai 12 miliar liter per tahun. Nilai transaksinya mencapai lima triliun rupiah per tahun. Jumlah ini lebih besar ketimbang belanja obat nasional yang hanya mencapai Rp 4,5 triliun per tahun. Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan, kini ada lebih dari 1.400 jenis air minum dalam kemasan. Sebut saja para pemain besarnya, seperti Aqua, Vit, Ades, Monair, Aguaria, Prim-a, Hexagonal, dan ratusan merek lainnya. Menurut Willy Sidharta, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin), jika dihitung dari penghasilan pengusaha besar, omzet bisnis ini diperkirakan mencapai lima triliun rupiah. “Saat ini air minum dalam kemasan adalah produk yang paling banyak dikonsumsi,” kata Willy. Bisnis air bening ini akan terus meledak seiring dengan kian memburuknya lingkungan hidup dan pertambahan penduduk. Karenanya tak heran, seliter air minum dalam kemasan ada yang harganya sama atau lebih mahal ketimbang harga seliter bensin yang diolah dengan teknologi yang jauh lebih rumit dan mahal. Singkat cerita bisnis air minum lagi gurih-gurihnya. Keadaan ini memancing hukum pasar. Lantaran banyak diburu pembeli, munculah produk tiruan alias palsu. Barang palsu ini disimpan dalam botol bekas air minum kemasan yang dikumpulkan para pemulung. Menurut sejumlah pedagang besar botol bekas yang ditemui tim Sigi, sebelumnya botol bekas dipisahkan. Ada yang dijual sebagai limbah plastik daur ulang, dan ada juga yang akan dijual sebagai botol untuk diisi air minum kembali. Satu botol plastik yang masih mulus lengkap dengan tutup diterima seharga Rp 260. Seorang pengumpul, bisa memasok lebih dari 3.000 botol bekas dalam sepekan. Ini jauh lebih menguntungkan dibanding menjual botol rusak yang hanya laku tiga hingga lima ribu per kilo. Selain memanfaatkan botol bekas, modus pemalsuan air minum kemasan yang pernah terbongkar polisi adalah dengan cara mengoplos. Biasanya ini terjadi pada produk galonan. Caranya mencampur galon air kemasan asli dengan air isian sendiri. Modus ini biasanya dilakukan sopir atau agen nakal. Dengan cara itu pembeli tak menyangka galon air yang dibelinya palsu karena diantar langsung agen atau distributor resmi. Modus paling mudah adalah dengan memalsu secara terang-terangan merek maupun air galonan. Caranya, air galonan isi ulang dijual dengan merk pabrik besar. Modus ini mudah dilakukan karena saat ini banyak dijumpai industri rumahan yang memproduksi galon berikut tutupnya, plastik segel, dan tisu basah. Isinya bisa air dari perusahaan air minum atau membeli di depot air isi ulang. Kasus pemalsuan seperti ini, belum lama beselang terbongkar aparat Kepolisian Sektor Rungkut, Surabaya timur, Jawa Timur. Meski kejadian ini sudah berlangsung lama, Aspadin sepertinya kurang antusias memeranginya. Maklum, jika mereka mengumumkan produknya dipalsu bisa merusak pasar dan citra merek di mata konsumen. Galon air minum ini sudah sebulan teronggok di salah satu ruangan Mapolsek Rungkut. Isinya bukan Aqua asli melainkan galon berisi air isi ulang yang dikemas seolah air kemasan bermerek terkenal. Kejadian ini bermula saat polisi memergoki Azis tengah menjajakan 80 galon air minum di toko-toko di daerah Rungkut. Setelah diselidiki, Aqua yang dijual ternyata palsu hasil produksi sendiri. Azis ditangkap atas tuduhan memproduksi dan memperdagangkan Aqua palsu. Dia berdalih produk ini sangat laris di pasaran sehingga memilih memalsu merek ini. Ini dilakukan sejak empat bulan terakhir. Dalam seminggu Azis berhasil menjual 150 hingga 200 galon air. Dari setiap galon, Azis mendapat keuntungan bersih sekitar Rp 3.000. Sayang, jaringan pemalsu ini belum terbongkar tuntas. Pasalnya, Edi si pemasok tutup dan segel Aqua palsu hingga kini masih buron. Air minum galonan memang diakui Aspindo sebagai produk yang paling banyak dan mudah dipalsukan. Modalnya hanya galon bekas beserta tutupnya, segel plastik, tisu, dan sebuah hairdriyer untuk memanaskan plastik segel. Sejauh ini, merek yang paling banyak diincar para pemalsu adalah Aqua. Maklum merek ini sudah sangat terkenal, paling mahal, dan cepat laku. Penelusuran tim Sigi mendapati fakta, pemain bisnis ini justru melibatkan orang dalam, terutama menyangkut pasokan segel berikut tutup galon dan tisunya. Untuk memastikan produk air minum itu palsu atau asli ternyata tidak mudah. Apalagi air minum kemasan yang bening dan tak beraroma. Pengalaman buruk mengkonsumsi air minum kemasan dialami seorang ibu rumah tangga, sebut saja Nyonya Eni. Saat Eni memesan galon air minum kepada langganannya ternyata di dalamnya teronggok serpihan mirip daun kehijau-hijauan. Pengalaman itu tentu saja sangat mengecewakan. Selama ini Eni sangat fanatis dengan produk itu baik untuk memasak maupun membuat susu bagi anaknya yang belum genap setahun. Wowok, penjual air itu juga kaget. Dia mengaku sejak tiga tahun menjual air minum bermerk terkenal itu, baru sekali ini mendapati galon dagangannya bermasalah. Tim Sigi kemudian membawa air galonan itu kepada Willy. Tapi, Ketua Aspindo yang juga Presiden Direktur Aqua Golden Missisipi ini tak bisa memastikan air itu asli atau palsu karena seal atau segelnya sudah terbuka. Munculnya minuman palsu menunjukkan pengawasan terhadap produk makanan dan minuman oleh pemerintah masih mengecewakan. Para produsen jangan membiarkan produk mereka dipalsu dengan alasan akan berbalik merusak citra merek dagang. Konsumen berharap membeli air minum yang sehat bukan produk palsu yang sangat mungkin tercemar kuman atau bakteri.(IAN/Tim Sigi)

sumber :  .: liputan6.com :.

Manfaat Minum Air Putih

Posted in Air, Air dalam Tubuh Manusia with tags , , on April 22, 2009 by ekojuli

1. Memperlancar sistem pencernaan
Mengkonsumsi air dalam jumlah cukup setiap hari akan memperlancar sistem pencernaan sehingga kita akan terhindari dari masalah-masalah pencernaan seperti maag ataupun sembelit. Pembakaran kalori juga akan berjalan efisien.

2. Air putih membantu memperlambat tumbuhnya zat-zat penyebab kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati. Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi.
3. Perawatan kecantikan
Bila  kurang minum air putih, tubuh akan menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi kering dan berkerut. Selain itu, air putih dapat melindungi kulit dari luar, sekaligus melembabkan dan menyehatkan kulit.
4. Untuk kesuburan
Meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita.
Menurut basil penelitian dari sebuah lembaga riset trombosis di London, Inggris, jika seseorang selalu mandi dengan air dingin maka peredaran darahnya lancar dan tubuh terasa lebih segar dan bugar. Mandi dengan air dingin akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan kemampuan seseorang terhadap serangan virus. Bahkan, mandi dengan air dingin di waktu pagi dapat meningkatkan produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita. Dengan begitu kesuburan serta kegairahan seksual pun akan meningkat. Selain itu jaringan kulit membaik, kuku lebih sehat dan kuat, tak mudah retak.
5. Menyehatkan jantung
Air juga diyakini dapat ikut menyembuhkan penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran papas, usus, dap penyakit kewanitaan, dll.
6. Sebagai obat stroke
Air panas tak hanya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kulit, tapi juga efektif untuk mengobati lumpuh, seperti karena stroke. Sebab, air tersebut dapat membantu memperkuat kembali otot-otot dan ligamen serta memperlancar sistem peredaran darah dan sistem pernapasan. Efek panas menyebabkan pelebaran pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah dan oksigenisasi jaringan, sehingga mencegah kekakuan otot, menghilangkan rasa nyeri serta menenangkan pikiran.
7. Efek relaksasi
Cobalah berdiri di bawah shower dan rasakan efeknya di tubuh. Pancuran air yang jatuh ke tubuh terasa seperti pijatan dan mampu menghilangkan rasa capek karena terasa seperti dipijat. Sejumlah pakar pengobatan alternatif mengatakan, bahwa bersentuhan dengan air mancur, berjalan-jalan di sekitar air terjun, atau sungai dan taman dengan banyak pancuran, akan memperoleh khasiat ion-ion negatif. Ion-ion negatif yang timbul karena butiran-butiran air yang berbenturan itu bisa meredakan rasa sakit, menetralkan racun, memerangi penyakit, serta membantu menyerap dan memanfaatkan oksigen.
8. Menguruskan badan
Air putih juga bersifat menghilangkan kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat urine. Bagi yang ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak.  Mau kurus?, minum air putih saja.
9. Tubuh lebih bugar
Khasiat air tak hanya untuk membersihkan tubuh saja tapi juga sebagai zat yang sangat diperlukan tubuh. kita mungkin lebih dapat bertahan kekurangan makan beberapa hari ketimbang kurang air. Sebab, air merupakan bagian terbesar dalam komposisi tubuh manusia.

[ternyata] air dapat meningkatkan gairah sex

Posted in Air, Air dalam Tubuh Manusia with tags , on April 21, 2009 by ekojuli

HANGAT dan panas di ranjang tak hanya melelahkan, tetapi juga membuat Anda haus. Sebaliknya, dengan cukup air di tubuh Anda, aksi lebih dahsyat akan Anda dapatkan saat berhubungan intim.

Beragam penelitian menunjukkan bahwa tercukupinya kebutuhan air menjadi faktor krusial dalam melawan kelelahan sehingga membuat banyak pasangan kehilangan gairahnya saat kadarnya meredup di tubuh dan memilih tidur daripada bercinta.

Minum air sesuai takaran juga menjadi salah satu gaya hidup sehat di samping mengatur pola makan dan latihan fisik. Semua itu dapat mengurangi risiko munculnya penyakit kardiovaskular (pembuluh darah dan jantung). Demikian kata para ahli dari Johns Hopkins University.

Masalah-masalah kardiovaskular kerap kali mengiringi hidup para pria. Karena itu hati-hati. Salah satunya cobalah dengan mengonsumsi air yang cukup. Air juga akan membantu mengatur tekanan darah serta meningkatkan kemampuan aliran darah. Dua hal ini penting dalam proses ereksi seorang pria.

“Hidrasi atau tercukupinya air dalam tubuh juga akan membantu wanita,” jelas Dr Colin Wilson, B Sc.

Katanya, air berguna bagi selaput-selaput mukosa, menolong memperbaiki sistem kardiovaskular, saluran kencing, dan yang terpenting fungsi seksual. Jadi, mulai sekarang, banyaklah minum air. Kembung deh! *

Mengatasi Zat Besi (Fe) Tinggi dalam Air

Posted in Air with tags , , , on April 16, 2009 by ekojuli


Air tanah dapat terkontaminasi dari beberapa sumber pencemar. Dua sumber utama kontaminasi air tanah ialah kebocoran bahan kimia organik dari penyimpanan bahan kimia dalam bunker yang disimpan dalam tanah, dan penampungan limbah industri yang ditampung dalam kolam besar diatas atau di dekat sumber air.

Persyaratan bagi masing-masing standar kualitas air masih perlu ditentukan oleh 4 (empat) aspek yaitu : persyaratan fisis, kimia, biologis, radiologis. Persyaratan fisis ditentukan oleh faktor-faktor kekeruhan, warna, bau maupun rasa. Persyaratan kimia ditentukan oleh konsentrasi bahan-bahan kimia seperti Arsen, Clhor, Tembaga, Cyanida, Besi dan sebagainya. Persyaratan biologis ditentukan baik oleh mikroorganisme yang pathogen, maupun yang non pathogen.

Air sumur bor merupakan salah satu jalan yang ditempuh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih, namun tingginya kadar ion Fe (Fe2+, Fe3+) yaitu 5 – 7 mg/l mengakibatkan harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dipergunakan, karena telah melebihi standar yang telah di tetapkan oleh Departemen kesehatan di dalam Permenkes No. 416 /Per/Menkes/IX/ 1990 tentang air bersih yaitu sebesar 1,0 mg/l. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar besi (Fe2+,Fe3+) dalam air adalah dengan cara aerasi. Teknologi ini juga dapat kombinasikan dengan sedimentasi dan filtrasi.

Besi adalah salah satu elemen yang dapat ditemui hampir pada setiap tempat di bumi, pada semua lapisan geologis dan semua badan air. Pada umumnya besi yang ada di dalam air dapat bersifat terlarut sebagai Fe 2+ atau Fe3+.

Kandungan ion Fe (Fe2+,Fe3+) pada air sumur bor berkisar antara 5 – 7 mg/L. Tingginya kandungan Fe (Fe2+,Fe3+) ini berhubungan dengan keadaan struktur tanah. Struktur tanah dibagian atas merupakan tanah gambut, selanjutnya berupa lempung gambut dan bagian dalam merupakan campuran lempung gambut dengan sedikit pasir.

Besi dalam air berbentuk ion bervalensi dua (Fe2+) dan bervalensi tiga (Fe3+) . Dalam bentuk ikatan dapat berupa Fe2O3, Fe(OH)2, Fe(OH)3 atau FeSO4 tergantung dari unsur lain yang mengikatnya. Dinyatakan pula bahwa besi dalam air adalah bersumber dari dalam tanah sendiri di sampng dapat pula berasal dari sumber lain, diantaranya dari larutnya pipa besi, reservoir air dari besi atau endapan – endapan buangan industri.

Adapun besi terlarut yang berasal dari pipa atau tangki – tangki besi adalah akibat dari beberapa kodisi, di antaranya : 1) Akibat pengaruh pH yang rendah (bersifat asam), dapat melarutkan logam besi. 2) Pengaruh akibat adanya CO2 agresif yang menyebabkan larutnya logam besi. 3) Pengaruh banyaknya O2 yang terlarut dalam air yang dapat pula. 4) Pengaruh tingginya temperature air akan melarutkan besi-besi dalam air. 5) Kuatnya daya hantar listrik akan melarutkan besi. 6) Adanya bakteri besi dalam air akan memakan besi.

Besi terlarut dalam air dapat berbentuk kation ferro (Fe2+) atau kation ferri (Fe3+). Hal ini tergantung kondisi pH dan oksigen terlarut dalam air. Besi terlarut dapat berbentuk senyawa tersuspensi, sebagai butir koloidal seperti Fe (OH)3, FeO, Fe2O3dan lain-Iain. Konsentrasi besi terlarut yang masih diperbolehkan dalam air bersih adalah sampai dengan 0,1 mg/l.

Apabila kosentrasi besi terlarut dalam air melebihi batas tersebut akan menyebabkan berbagai masalah, diantaranya :
1. Gangguan teknis
Endapan Fe (OH) bersifat korosif terhadap pipa dan akan mengendap pada saluran pipa, sehingga mengakibatkan pembuntuan dan efek-efek yang dapat merugikan seperti Mengotori bak yang terbuat dari seng. Mengotori wastafel dan kloset.

2. Gangguan fisik
Gangguan fisik yang ditimbulkan oleh adanya besi terlarut dalam air adalah timbulnya warna, bau, rasa. Air akan terasa tidak enak bila konsentrasi besi terfarutnya > 1,0 mg/l.

3. Gangguan kesehatan
Senyawa besi dalam jumlah kecil di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pembentuk sel-sel darah merah, dimana tubuh memerlukan 7-35 mg/hari yang sebagian diperoleh dari air. Tetapi zat Fe yang melebihi dosis yang diperlukan oleh tubuh dapat menimbulkan masalah kesehatan. Hal ini dikarenakan tubuh manusia tidak dapat mengsekresi Fe, sehingga bagi mereka yang sering mendapat tranfusi darah warna kulitnya menjadi hitam karena akumulasi Fe. Air minum yang mengandung besi cenderung menimbulkan rasa mual apabila dikonsumsi. Selain itu dalam dosis besar dapat merusak dinding usus. Kematian sering kali disebabkan oleh rusaknya dinding usus ini. Kadar Fe yang lebih dari 1 mg/l akan menyebabkan terjadinya iritasi pada mata dan kulit. Apabila kelarutan besi dalam air melebihi 10 mg/l akan menyebabkan air berbau seperti telur busuk.

Pada Hemokromatesis primer besi yang diserap dan disimpan dalam jumlah yang berlebihan di dalam tubuh. Feritin berada dalam keadaan jenuh akan besi sehingga kelebihan mineral ini akan disimpan dalam bentuk kompleks dengan mineral lain yaitu hemosiderin. Akibatnya terjadilah sirosis hati dan kerusakan pankreas sehingga menimbulkan diabetes. Hemokromatis sekunder terjadi karena transfusi yang berulang-ulang. Dalam keadaan ini besi masuk ke dalam tubuh sebagai hemoglobin dari darah yang ditransfusikan dan kelebihan besi ini tidek disekresikan.

Hal-Hal yang Mempengaruhi Kelarutan Fe dalam Air:
1. Kedalaman
Air hujan yang turun jatuh ke tanah dan mengalami infiltrasi masuk ke dalam tanah yang mengandung FeO akan bereaksi dengan H2O dan CO2 dalam tanah dan membentuk Fe (HCO3)2 dimana semakin dalam air yang meresap ke dalam tanah semakin tinggi juga kelarutan besi karbonat dalam air tersebut.

2. pH
pH air akan terpengaruh terhadap kesadahan kadar besi dalam air, apabila pH air rendah akan berakibat terjadinya proses korosif sehingga menyebabkan larutnya besi dan logam lainnya dalam air, pH yang rendah kurang dari 7 dapat melarutkan logam. Dalam keadaan pH rendah, besi yang ada dalam air berbentuk ferro dan ferri, dimana bentuk.ferri akan mengendap dan tidak larut dalam air serta tidak dapat dilihat dengan mata sehingga mengakibatkan air menjadi berwarna,berbau dan berasa.

3. Suhu
Suhu adalah temperatur udara. Temperatur yang tinggi menyebabkan menurunnya kadar O2 dalam air, kenaikan temperatur air juga dapat mengguraikan derajat kelarutan mineral sehingga kelarutan Fe pada air tinggi.

4. Bakteri besi

Bakteri besi (Crenothrix, Lepothrix, Galleanella, Sinderocapsa dan Sphoerothylus ) adalah bakteri yang dapat mengambil unsur ber dari sekeliling lingkungan hidupnya sehingga mengakibatkan turunnya kandungan besi dalam air, dalam aktifitasnya bakteri besi memerlukan oksigen dan besi sehingga bahan makanan dari bakteri besi tersebut. Hasil aktifitas bakteri besi tersebut menghasilkan presipitat (oksida besi) yang akan menyebabkan warna pada pakaian dan bangunan. Bakteri besi merupakan bakteri yang hidup dalam keadaan anaerob dan banyak terdapat dalam air yang mengandung mineral. Pertumbuhan bakteri akan menjadi lebih sempurna apabila air banyak mengandung CO2 dengan kadar yang cukup tinggi.

5. CO2 agresif

Karbondioksida (CO2) merupakan salah satu gas yang terdapat dalam air. Berdasarkan bentuk dari gas Karbondioksida (CO2) di dalam air, CO2 dibedakan menjadi : CO2 bebas yaitu CO2 yang larut dalam air, CO2 dalam kesetimbangan, CO2 agresif. Dari ketiga bentuk Karbondioksida (CO2) yang terdapat dalam air, CO2 agresif-lah yang paling berbahaya karena kadar CO2 agresif lebih tinggi dan dapat menyebabkan terjadinya korosi sehingga berakibat kerusakan pada logam – logam dan beton. Menurut Powell CO2 bebas yang asam akan merusak logam apabila CO2 tersebut bereaksi dengan air.karena akan merusak logam. Reaksi ini dikenal sebagai teori asam, dengan reaksi sebagai berikut:
2 Fe + H2CO3 ………………..> FeCO3 + 2 H+
2 FeCO3 + 5 H2O +1/2 O2 ………………..> 2 Fe(OH)2 + 2 H2CO3
Dalam reaksi di atas dapat dilihat bahwa asam karbonat tersebut secara terus-menerus akan merusak logam, karena selain membentuk FeCO3 sebagai hasii reaksi antara Fe dan H2CO3, selanjutnya FeCO3 bereaksi dengan air dan gas oksigen (O2) menghasilkan zat 2FeOH dan 2H2CO3 dimana H2CO3 tersebut akan menyerang logam kembali sehingga proses pengrusakan logam akan berjalan secara terus-menerus mengakibatkan kerusakan yang semakin lama semakin besar pada logam tersebut.

Penyebab utama Tingginya Kadar besi dalam Air
1. Rendahnya pH Air
Nilai pH air normal yang tidak menyebabkan masalah adalah 7. Air yang mempunyai pH 7 dapat melarutkan logam termasuk besi.

2. Adanya Gas-gas Terlarut dalam Air.
Yang dimaksud gas-gas tersebut adalah CO2 dan H2S. Beberapa gas terlarut dalam air terlarut tersebut akan bersifat korosif.

3. Bakteri
Secara biologis tingginya kadar besi terlarut dipengaruhi oleh bakteri besi yaitu bakteri yang dalam hidupnya membutuhkan makanan dengan mengoksidasi besi sehingga larut. Jenis ini adalah bakteri Crenotrik, Leptotrik, Callitonella, Siderocapsa dan Iain-Iain. Bakteri ini mempertahankan hidupnya membutuhkan oksigen dan besi.

Metode Penurunan Kadar Besi (Fe)
1. Aerasi
Ion Fe selalu di jumpai pada air alami dengan kadar oksigen yang rendah, seperti pada air tanah dan pada daerah danau yang tanpa udara Keberadaan ferri larutan dapat terbentuk dengan adanya pabrik tenun, kertas, dan proses industri. Fe dapat dihilangkan dari dalam air dengan melakukan oksidasi menjadi Fe (OH)3 yang tidak larut dalam air, kemudian di ikuti dengan pengendapan dan penyaringan. Proses oksidasi dilakukan dengan menggunakan udara biasa di sebut aerasi yaitu dengan cara memasukkan udara dalam air.

2 Sedimentasi
Sedimentasi adalah proses pengendapan partikel-partikel padat yang tersuspensi dalam cairan/zat cair karena pengaruh gravitasi (gaya berat secara alami). Proses pengendapan dengan cara gravitasi untuk mengendapkan partikel-partikel tersuspensi yang lebih berat daripada air, ini yang sering dipergunakan dalam pengolahan air. Sedimentasi dapat berlangsung sempurna pada danau yang airnya diam atau suatu wadah air yang dibuat sedemikian rupa sehingga air di dalamya keadaan diam. Pada dasarnya proses tersebut tergantung pada pengaruh gaya gravitasi dari partikel tersuspensi dalam air. Sedimentasi dapat berlangsung pada setiap badan air. Biaya pengolahan air dengan proses sedimentasi relatif murah karena tidak membutuhkan peralatan mekanik maupun penambahan bahan kimia. Kegunaan sedimentasi untuk mereduksi bahan-bahan tersuspensi (kekeruhan) dari dalam air dan dapat juga berfungsi untuk mereduksi kandungan organisme (patogen) tertentu dalam air. Proses sedimentasi adalah proses pengendapan dimana masing-masing partikel tidak mengalami perubahan bentuk, ukuran, ataupun kerapatan selama proses pengendapan berlangsung. Partikel-partikel padat akan mengendap bila gaya gravitasi lebih besar dari pada kekentalan dan gaya kelembaban (Enersia) dalam cairan.

3. Filtrasi
Proses penyaringan merupakan bagian dari pengolahan air yang pada prinsipnya adalah untuk mengurangi bahan-bahan organik maupun bahan-bahan an organik yang berada dalam air. Penghilangan zat padat tersuspensi denggan penyaringan memiliki peranan penting, baik yang terjadi dalam pemurnian air tanah maupun dalam pemurnian buatan di dalam instalasi pengolahan air. Bahan yang dipakai sebagai media saringan adalah pasir yang mempunyai sifat penyaringan yang baik, keras dan dapat tahan lama dipakai bebas dari kotoran dan tidak larut dalam air.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penurunan kadar besi (Fe2+, Fe3+) pada air sumur bor dengan aerator. Sampel penelitian diambil dari 1 (satu) sumur bor, kemudian dipompa dengan menggunakan pompa air langsung ke aerator. Perlakuan eksperimen ini adalah melakukan aerasi, sedimentasi dan filtrasi untuk menurunkan kadar Fe (Fe2+, Fe3+) dengan membandingkan kadar Fe (Fe2+, Fe3+) antara sebelum dan sesudah perlakuan. Selang waktu pengambilan masing-masing sampel adalah 80 menit, sehingga data terdiri dari 15 liter air sampel untuk pemeriksaan.

Data kadar Fe (Fe2+, Fe3+) air sumur bor merupakan konsentrasi kadar Fe (Fe2+, Fe3+) terlarut yang terdapat dalam air sumur bor. Sebelum dilakukan pengukuran kadar Fe (Fe2+, Fe3+) dilakukan langkah-langkah yaitu, air dari Sumur bor di pompa langsung dengan menggunakan pompa air ke dalam bak penampungan sampai penuh. Kemudian membuka kran pada bak penampungan sehingga air mengalir ke cascade aerator. Setelah melewati cascade aerator air di endapkan dalam bak sedimentasi selama 60 menit setelah itu di alirkan ke bak filtrasi. Selanjutnya air disaring dengan menggunakan bak filtrasi. Air yang keluar diambil sebagai sampel untuk kemudian diperiksa.

Proses penggolahan air dengan aerotor dilakukan selama lima hari di mana pada setiap harinya dilakukan pengolahan sebanyak tiga kali (tiga sampel data). Setiap sekali pengolahan tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga jam.

Rata-rata kadar Fe di dalam air hasil pemompaan sebesar 5,906 mg/lt dengan kadar tertinggi sebesar 7,153 mg/lt dan terendah sebesar 5,004 mg/lt. Sedangkan rata-rata setelah diolah dengan aerator turun menjadi 0,875 mg/lt dengan kadar tertinggi sebesar 2,245 mg/lt dan terendah 0,211 mg/lt.

Sebelum uji T dilakukan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas yaitu bertujuan untuk mengetahu apakah data berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas data dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov Test.

Analisis data secara bivariat dilakukan untuk menguji hipotesis yaitu mengetahui perbedaan mean (nilai rata-rata) kadar Fe awal dan akhir perlakuan. Penelitian ini menggunakan uji komparatif dengan uji statistik parametrik yaitu Paired Sampel Test. Hasil uji beda tersebut dapat disimak dalam tabel sebagai berikut:

Nilai t hitung sebesar 77,347 (α = 0.000) jika di transformasikan dengan nilai t tabel sebesar 1,761 (df = 14 dan α = 0,05) mengindikasikan bahwa hipotesis nol ditolak dan menerima Hipotesis alternatif atau dapat diartikan bahwa ada perbedaan kelompok data pre-test dengan kelompok data post-test dan terbukti dengan taraf signifikasi 5%, sehingga disimpulkan bahwa ada penurunan kadar besi (Fe2+, Fe3+) pada air sumur bor dengan aerator.

Unsur besi dalam jumlah sedikit diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan unsur tersebut. Unsur besi tersebut diperoleh diantaranya berasal dari air minum. Di dalam air minum, konsentrasi melebihi 2 Mg/liter dapat menimbulkan noda-noda pada peralatan dan bahan-bahan yang berwarna putih. Pada unsur ini dapat pula menimbulkan bau, warna, dan koloid pada air minum dan bahkan dapat menyebabkan rasa mual dan sakit perut.

Kandungan Fe dapat ditemui pada hampir setiap lapisan geologis dan semua badan air 21). Seperti zat-zat lainnya dalam air minum misalnya Ca, Mg, Mn, unsur Fe sebagian besar juga berasal dari kontaknya dengan tanah dan pembentukan batuan. Pada umumnya kandungan Fe berasal dari daerah di mana lapisan humusnya (top soil) agak tebal. Kandungan besi dalam air minum dapat bersifat terlarut sebagai Fe2+ atau Fe3+ tersuspensi sebagai butir kolodial atau lebih besar seperti FeO, dan yang tergabung dengan zat organik/anorganik.

Untuk menurunkan kandungan Fe tersebut, diantaranya dilakukan dengan aerasi. Aerasi adalah pengolahan air dengan cara mengontakkannya dengan udara. Tujuan aerasi yaitu untuk menambahkan jumlah oksigen dalam air, menurunkan jumlah CO, dan juga digunakan untuk pengolahan air yang mengandung Fe dan Mn terlalu tinggi. Cara aerasi ini biasanya dengan mengontakkan/menyebarkan air dengan udara di atas lempengan tipis, melalui tetesan air kecil (waterfall aerator), atau dengan pencampur air dengan gelembung-gelembung udara. Dengan cara ini jumlah oksigen pada air bisa dinaikkan antara 60 – 80%.

Berfluktuasinya kandungan Fe air tanah pada pemompaan ini, tidak terlepas dari sifat siklus hidrogen air tanah. Air tanah merupakan salah satu sumber air yang tersimpan atau terperangkap di dalam lapisan batuan yang mengalami pengisian atau penambahan secara terus menerus oleh alam. Sehingga pada saat alam mengalami musim kemarau maka penambahan airya berkurang, karena daerah pengisian (aquifer artesis) tidak terjadi hujan, begitu juga kandungan Fe yang biasanya meresap ke dalam air tanah bersama air hujan yang menembus permukaan tanah yang lapisan humusnya (gambut) cukup tebal. Jika dilakukan pemompaan terus menerus maka secara alami kadar Fe akan mengalami penurunan, begitu juga jika pada musim hujan, maka kandungan Fe akan meningkat.

Setelah dilakukan pengolahan dengan aerator cycling dan cascade (tangga luncur) rata-rata penurunan kadar Fe masih relatif kecil dibandinakan dengan rata-rata kadar Fe dari sumber ke aerator cycling. Akan tetapi rata-rata penurunan kadar Fe, setelah melalui aerator cycling dan cascade kemudian dilakukan sedimentasi selama 45 menit, hasilnya cukup besar. Sedimentasi dengan waktu 45 sebenarnya belum optimal, karena partikel-partikel tersuspensi sebagai butir-butir koloidal FeO berubah menjadi sebelum mengalami pengendapan yang sempurna. Menurut Djasio Sanropie, waktu (Detention Time) pengendapan yang optimal biasanya diambil 3 jam (2 – 6 jam), mungkin dalam pengendapan kandungan Fe hasil aerasi ini cukup dilakukan 1 – 2 jam. Agar mendapatkan basil yang tepat disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut tentang detention time, untuk sedimentasi kadar Fe yang optimal pada air sumur bor.

Secara statistik dengan menggunakan uji t dengan = 5%, ditemukan adanya perbedaan yang signifikan (bermakna) rata-rata penurunan kadar Fe antara sebelum dan sesudah pengolahan dengan aerator (t hitung = 7,967 dan t tabel = 1,761). Meskipun hasil rata-rata penurunan kadar Fe selama 5 hari masih tergolong tinggi yaitu 5,596 Mg/liter, sedang Permenkes: 416/PERIX/1990, mensyaratkan kadar Fe pada air bersih 1 Ma/liter, dan air minum 0,3 Ma/liter, akan tetapi rata-rata penurunan perharinya cenderung menurun dan hasil akhir pada hari ke empat sampai kelima, rata-rata penurunan kadar Fe di bawah standar yang ditetapkan Depkes RI (1990) yaitu 0,41 dan pada hari kelima 0,22 Ma/liter. Agar hasil pengolahan air tanah (sumor bor) dengan aerator ini optimal dan hasilnya sesuai dengan standar Depkes, disarankan yaitu (1). Setiap tahap pengolahan dengan aerator dilakukan sedimentasi minimal selama 60 menit, (2). Pemberian pemasangan tabung filter dengan activated carbon, untuk menghilangkan bau dan juga zat organik/anorganik lainnya, dan (3). Setiap satu minggu sekali perlu dilakukan perawatan dengan pembersihan filter pasir pada bagian atas ± 10 cm, dan selanjutnya dikembalikan lagi pada tempatnya semula.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.