[BIJI KELOR] PENGGANTI KAPORIT

Posted in Air on February 16, 2011 by ekojuli

Sesuai anjuran pemerintah dan kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat, air yang tercemar diberi kaporit untuk menetralkan, tapi ternyata banyak yang tetap tidak mempan. Selain itu air yang diberi kaporit biasanya akan membuat tubuh tidak nyaman. Kulit dan rambut akan terasa kering, bahkan dalam jangka panjang akan menstimulan penyakit ginjal. Dari sisi lingkungan atau ekologis, pemakaian kaporit yang secara terus menerus akan mematikan ekosistem sungai bila limbahnya dibuang ke sana. Hal tersebut bisa dicoba dengan misalnya menaruh ikan pada air berkaporit, dalam beberapa waktu ikan tersebut akan mati. Begitu juga dengan tanaman, air berkaporit yang digunakan untuk menyiram tanaman akan membuat tanaman menjadi tidak sehat.
Pusat-pusat pengolahan air perkotaan atau municipal water treatment dengan skala besar mengolah air dengan cara menambahkan senyawa kimia penggumpal (coagulants) ke dalam air kotor yang akan diolah. Dengan cara tersebut partikel-partikel yang berada di dalam air akan menjadi suatu gumpalan yang lebih besar lalu mengendap. Baru kemudian air di bagian atas yang bersih dipisahkan untuk digunakan keperluan sehari-hari. Namun demikian, zat kimia penggumpal yang baik tidak mudah dijumpai di berbagai daerah terpencil. Andaipun ada pasti harganya tidak terjangkau oleh masyarakat.
Salah satu alternatif yang tersedia secara lokal adalah penggunaan koagulan alami dari tanaman yang barangkali dapat diperoleh di sekitar kita. Penelitian dari The Environmental Engineering Group di Universitas Leicester, Inggris, telah lama mempelajari potensi penggunaan berbagai koagulan alami dalam proses pengolahan air skala kecil, menengah, dan besar. Penelitian mereka dipusatkan terhadap potensi koagulan dari tepung biji tanaman Moringa oleifera. Tanaman ini mengandung zat aktif rhamnosyloxy-benzil-isothiocyanate, yang mampu mengadopsi dan menetralisir partikel-partikel lumpur serta logam yang terkandung dalam air limbah suspensi, dengan partikel kotoran melayang di dalam air.
Tanaman tersebut banyak tumbuh di India bagian utara, tetapi sekarang sudah menyebar ke mana-mana ke seluruh kawasan tropis, termasuk Indonesia. Di Indonesia tanaman tersebut dikenal sebagai tanaman kelor dengan daun yang kecil-kecil.

Proses pembersihan tersebut menurut hasil penelitian yang telah dilaporkan mampu memproduksi bakteri secara luar biasa, yaitu sebanyak 90-99,9% yang melekat pada partikel- partikel padat, sekaligus menjernihkan air, yang relatif aman (untuk kondisi serba keterbatasan) serta dapat digunakan sebagai air minum masyarakat setempat. Penelitian lain mengatakan serbuk bijinya mampu membersihkan 90 persen dari total bakteri E. Coli dalam seliter air sungai dalam waktu 20 menit. Selain itu biji kelor bisa dimanfaatkan sebagai bahan koagulan (bioflokulan) sewaktu mengolah limbah cair pabrik tekstil. Hasilnya terjadi degradasi warna hingga 98 persen penurunan BOD 62 persen, dan kandungan lumpur 70 ml per liter.
Proses Pemanfaatannya bisa dilihat pada gambar berikut :

Diolah dari berbagai sumber

Waspada Aqua Palsu Beracun

Posted in Air, Air dalam Tubuh Manusia with tags , , , on May 28, 2009 by ekojuli

Waspada Aqua Palsu Beracun

Air kemasan palsu diduga marak beredar di sekitar wilayah Depok, Jawa Barat. Jika dikonsumsi, air itu bisa menimbulkan keracunan.

7ykVo6x3kUDugaan itu mencuat setelah Sugiarti, warga Kompleks Puri Primakom Blok A 15 Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan, Depok mengadu ke Polsek Sawangan bahwa keluarganya mengalami keracunan setelah mengkonsumsi air kemasan yang dibeli di toko dekat rumahnya.

Peristiwa keracunan itu sendiri menimpa anaknya bernama Fauzi Easter yang berumur tujuh tahun. Dia menceritakan pada Minggu 24 Mei 2009 kemarin, ia meminta pembantunya untuk membeli tiga galon air kemasan bermerek Aqua ke toko di dekat rumahnya.
Setelah itu, salah satu galon dibuka dan dikonsumsi pada Senin pagi kemarin. Tapi saat di kantor, Sugiarti mendapat telepon bahwa Fauzi mengalami pusing dan muntah-muntah. Setelah dibawa ke dokter, diketahui bahwa Fauzi mengalami gangguan pencernaan akibat bakteri ekoli.

“Senin sore air galon itu saya turunkan dari dispenser dan ternyata di bagian bawahnya tampak keruh dan baunya menyengat. Semua memang merasa mual, tapi karena Fauzi anak-anak, mungkin fisiknya lemah jadi paling menderita,” kata Sugiarti saat melapor ke Polsek Sawangan, Selasa (26/5/2009).

Namun hari ini kondisi anaknya yang masih duduk di bangku kelas II SD itu sudah membaik dan tetap masuk sekolah karena harus mengikuti ujian.
Kapolsek Sawangan AKP Icang Suhendar menyatakan akan menguji sampel Aqua tersebut sehingga dirinya belum memastikan apakah keracunan itu akibat air atau yang lain.

“Kalau terbukti akan memanggil toko yang menjual air kemasan tersebut, dan akan dilakukan razia di agen-agen dan toko-toko,” jelasnya. Pelaku pemalsuan diancam dengan pasal 178 KUHP tentang penipuan.
Sugiarti sendiri mengaku melaporkan dugaan adanya Aqua palsu ini karena dirinya sudah tiga kali menemui air kemasan galon yang mencurigakan. Di antaranya pernah ditemui air yang berwarna kehijauan.

“Sudah tiga kali saya menemukan yang seperti ini. Pernah saya beli, warna airnya hijau, terus saya tukar lagi,” ungkapnya.

Sumber: Okezone.com

Eh, Air Tambang pun Bisa Langsung Diminum

Posted in Air on May 1, 2009 by ekojuli

JAKARTA, KOMPAS.com – Air limbah tambang ternyata bisa diolah menjadi air bersih yang bisa langsung diminum manusia. Sebagai bagian dari corporate social responsibility (CSR) PT Adaro Indonesia sudah mengolah air bekas limbah batubara dengan mengembangkan sistem pengelolaan air limbah yang diberi nama WTP (Water Treatment Plant) – T300 pada pertengahan tahun 2008. T-300 adalah nama sebuah block pada bagian Barat tambang Tutupan.

“Karena berlokasi di bagian ujung Barat tambang Tutupan, biasa juga disebut block T-300, maka alat pengolah air limbah ini kami namakan WTP T-300,” sebut Waste Water Supervisor PT Adaro Indonesia, Ahmad Helmi.

Sampai saat ini, menurut Helmi, WTP T-300 mampu memproduksi maksimal air bersih siap minum sebesar 20 liter per detik atau 72 m3 per jam dengan 2 tangki penampungan hasil olahan berkapasitas 450 m3 dan 72 m3.

Adapun proses pengolahan air di WTP ini melalui beberapa tahap. Pertama adalah pH adjustment atau biasa disebut netralisasi. Selanjutnya proses Coagulasi dan flocculasi yang berfungsi sebagai penjernihan atau mengendapkan partikel-partikel terlarut yang ada dalam air. Terakhir adalah Corrinasi berfungsi desinfektan untuk membunuh bakteri, seperti E-coli dan Coliform.

“Proses ini diperlukan guna memenuhi standar baku mutu sebagaimana Peraturan MenKes RI.No.416 / MENKES/ PER / IX / 1990 dan Kep.Men.Kes RI No.907/ MENKES / SK / VII / 2002 tentang standar air minum dan air bersih,” tambah dia.

Ditegaskan Helmi, air yang tadinya telah sesuai standar baku mutu, ditingkatkan kualitasnya menjadi air bersih yang dapat langsung diminum. “Air juga telah melalui berbagai tahapan penelitian agar aman untuk dikonsumsi. Air yang diproduksi dari WTP ini sudah dikonsumsi oleh karyawan Adaro dan mitra kerjanya,” ungkapnya.

Selain sudah dikonsumsi kalangan internal Adaro, air pengolahan tersebut juga sudah dinikmati oleh masyarakat sekitar tambang dengan pendistribusian melalui tangki-tangki air.

Perusahaan pertambangan batubara yang beroperasional di Tanah Sanggam dan Saraba Kawa, Kalimantan Selatan ini, dalam waktu dekat akan melakukan pipanisasi ke Desa Dahai dan Padang Panjang. “Dalam waktu dekat, air bersih tersebut juga akan dialirkan ke rumah-rumah penduduk di sekitarnya. Saat ini akan dilaksanakan tender untuk mencari mitra kerja yang akan mengerjakan proyek pipanisasi itu,” imbuh Section Head Comdev PT Adaro Indonesia Abdurrahman.

Menurut Abdurrahman, pihak konsultan perencana telah menyelesaikan 90 persen teknis perencanaan pipanisasi. Direncanakan, tahun ini masyarakat Desa Padang Panjang dan Dahai bisa menikmati saluran air dimaksud, hingga masuk langsung ke dalam rumah mereka. “Diharapkan proyek pipanisasi yang panjangnya kurang lebih 10 km ini akan selesai tahun 2009,” ungkap Abdurrahman.

Atas terobosan melahirkan WTP T-300 ini, PT Adaro Indonesia mendapatkan penghargaan dalam Indonesian CSR Awards 2008, yaitu Terbaik kedua Bidang Lingkungan untuk program produk air bersih dengan memanfaatkan air limbah tambang. (*)

sumber : kompas.com

Minum Air Putih Ternyata Berbahaya Bagi Bayi

Posted in Air dalam Tubuh Manusia with tags on April 29, 2009 by ekojuli

PARA ahli kesehatan dari Johns Hopkins Children’s Center di Baltimore Amerika Serikat memperingatkan para orang tua untuk tidak memberi minum air kepada bayi di bawah usia enam bulan. Menurut hasil penelitian mereka, bayi di bawah 6 bulan akan terancam mengalami intoksikasi atau keracunan jika terlalu sering meminum air.
Sudah menjadi standar baku bahwa bayi di bawah usia 6 bulan seharusnya hanya mendapatkan makanan dari Air Susu Ibu (ASI). Selain steril, ASI adalah makanan alami yang padat nutrisi dan tidak mungkin diimbangi oleh susu formula atau makanan buatan lainnya.
Menurut para ahli di John Hopkins, memberikan air kepada bayi dikhawatiran dapat memicu refleks haus sehingga mereka akan kelebihan cairan.
“Bahkan ketika masih sangat mungil, bayi memiliki refleks akan rasa haus atau keinginan untuk minum. Ketika bayi kehausan dan ingin minum, cairan yang mereka butuhkan nantinya akan melebihi kebutuhan ASI atau susu formula ,” ungkap Dr. Jennifer Anders, salah seorang dokter anak di John Hopkins Children’s Center seperti dikutip Reuters Health.
Oleh karena organ ginjal bayi belum sempurna, lanjut Anders, memberi terlalu banyak air kepada bayi akan mengakibatkan tubuh mereka mengeluarkan sodium dan air buangan dalam jumlah banyak. Kehilangan sodium akan mempengaruhi aktivitas otak, oleh karena itu gejala awal keracunan dapat berwujud seperti irritabilitas, mengantuk dan perubahan mental lainnya.
Gejala lainnya dapat berupa rendahnya temperatur atau suhu tubuh (secara umum 97 derajat Fahrenheit), pembengkakan pada muka dan kejang-kejang. “Ini merupakan kondisi yang tidak terang-terangan,” ungkap Anders.
Gejala-gejala awal keracunan ini tidaklah tampak, oleh karena itu kejang-kejang mungkin gejala pertama yang harus diwaspadai orang tua . Namun bila seorang anak mendapatkan penanganan medis sejak dini, kejang yang dialami anak kemungkinan tidak akan menimbulkan efek jangka panjang, tambahnya.
Anders dan rekannya mengatakan, air putih sebagai sebuh minuman seharusnya dihindari oleh bayi usia enam bulan atau usia di bawahnya. Para orang tua juga harus mencegah penggunaan susu formula yang terlalu encer, atau minuman bayi yang mengandung elektrolit.
Anders juga menambahkan, pada beberapa kasus tertentu pemberian air pada bayi mungkin tepat. Misalnya, bayi yang usianya lebih tua diperbolehkan mendapat sedikit air untuk membantu mengatasi kesulitan buang air besar (konstipasi) atau saat cuaca sangat panas. Tetapi para orang tua seharusnya selalu berkonsultasi dahulu dengan dokter anak sebelum melakukannya, serta hanya boleh memberi bayi satu atau dua ons air .
Jika orang tua mencurigai bayi mereka mengalami intoksifikasi, atau bayi mengalami kejang-kejang, sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

Kantong Teh celup Mengandung Klorin ??

Posted in Air dalam Tubuh Manusia with tags , on April 27, 2009 by ekojuli

Anda Minum Teh Atau Chlorine ?!

adved_1168585143Buat yang pernah berkunjung ke pabrik kertas/pulp, mungkin tahu bahwa chlorine ini adalah senyawa kimia yang sangat jahat dengan lingkungan dan manusia, khususnya dapat menyerang syaraf dsb! Dari kejauhan pabrik, mudah dilihat jika ada asap berwarna kuning yang mengepul dari pabrik, itu bukan asap biasa tapi chlorine gas. Makanya industri ini mendapat serangan hebat dari LSM lingkungan karena hal di atas, disamping juga masalah kehutanan. Kertas terbuat dari bubur pulp yang berwarna coklat tua kehitaman.

Agar serat berwarna putih, diperlukan sejenis bahan pengelantang (sejenis rinso/baycline) senyawa chlorine yang kekuatan sangat keras sekali ! Kertas sama dengan kain, karena memiliki serat. Kalau anda mau uji bener apa tidaknya, silahkan coba nanti malam dengan bawa tissue ke Studio East (diskotek) atau ke studio foto, lihatlah tissue akan mengeluarkan cahaya saat kena sinar ultraviolet dari lampu disco! Berarti masih mengandung chlorine tinggi.

Kalau di negara maju, produk ini harus melakukan proses Neutralization dgn biaya cukup mahal agar terbebas dari chlorine dan dapet label kesehatan. Tissue atau kertas makanan dari negera maju yang dapet label Depkesnya tidak bakalan mengeluarkan cahaya tsb saat kena UV. Kertas rokok juga samimawon, bahkan ada calsium carbonat agar daya bakarnya sama dengan tembakau dan akan terurai jadi CO saat dibakar.

Di Indonesia tidak ada yang kontrol, jadi harap berhati-hati. Pls protect your families! Minumlah Teh, Bukan Klorin…

Saran : Kembali minum teh tubruk ala kampung lagi…! Pake saputangan ‘merah jambu’ lagi biar mesra! Merokok dengan daun atau cangklong lagi! atau for advance tinggalkan Rokok sama sekali. Back to 60’s style….he. ..he….he Minumlah Teh, Bukan Klorin…!!!

Anda gemar minum teh ? Dan, sebagai manusia modern Anda tentu suka segala sesuatu yang praktis, kan ? Nah, Anda tentu sering minum teh menggunakan teh celup. Selain karena suka rasa teh, mungkin Anda minum teh karena yakin akan berbagai khasiat teh. Misalnya, teh merah untuk relaksasi, teh hitam untuk pencernaan, atau teh hijau untuk melangsingkan tubuh.

Namun, apa Anda terbiasa mencelupkan kantong teh celup berlama-lama ? Mungkin, pikir Anda, semakin lama kantong teh dicelupkan dalam air panas, makin banyak khasiat teh tertinggal dalam minuman teh… Padahal, yang terjadi justru sama sekali berbeda! Kandungan zat klorin di kantong kertas teh celup akan larut. Apalagi jika Anda mencelupkan kantong teh lebih dari 3 – 5 menit.

Klorin atau chlorine, zat kimia yang lazim digunakan dalam industri kertas. Fungsinya, disinfektan kertas, hingga kertas bebas dari bakteri pembusuk dan tahan lama. Selain itu, kertas dengan klorin memang tampak lebih bersih. Karena disinfektan, klorin dalam jumlah besar tentu berbahaya. Tak jauh beda dari racun serangga.

Banyak penelitian mencurigai kaitan antara asupan klorin dalam tubuh manusia dengan kemandulan pada pria, bayi lahir cacat, mental terbelakang, dan kanker. Nah, mulai sekarang, jangan biarkan teh celup Anda tercelup lebih dari 5 menit.

Atau, kembali ke cara yang sedikit repot, gunakan daun teh.

sumber:   .: naknik :.

Seputar Reverse Osmosis

Posted in Reverse Osmosis with tags , , on April 22, 2009 by ekojuli

Air merupakan kebutuhan primer kedua setiap makhluk hidup, setelah udara. Selama di bumi, sumber air mudah didapatkan. Akan tetapi, jika di luar angkasa, para astronot sangat sulit untuk mendapatkan seteguk air. Lembaga Antariksa Amerika (NASA) mencari solusi untuk membawa air, guna keperluan minum para astronot, selama bekerja di luar angkasa. Padahal, membawa 1 kg air ke luar angkasa, setidaknya diperlukan 700 pon tenaga atau mengeluarkan biaya sebanyak $US 10.000. Akhirnya setelah penelitian selama 30 tahun dan menghabiskan $US 40 juta, NASA menemukan terobosan terkini mengenai pemurnian air. Para asronot hanya perlu memurnikan air yang keluar dari tubuh mereka, guna keperluan minum saat mereka bertugas.

Terobosan pemurnian air yang digunakan NASA adalah R.O. (Reverse Osmosis). Sedangkan Reverse Osmosis adalah proses penyerepan air melaui membran (filter), sekaligus memblok kandungan partikel dan molekul lainnya, yang terkandung di dalam air. Dengan tekanan yang lebih tinggi, R.O memaksa air beserta molekulnya, menembus membran. Sebagian besar air yang tidak dapat menebus membran ini, akan berbalik arah untuk diproses kembali.

Jadi, air R.O adalah air yang melewati proses penyaringan Reverse Osmosis yang sangat ketat. Kemurnian air ini mencapai hingga mencapai 99,99%.

[AMDK LAGI] Air Berkuman Dalam Kemasan

Posted in Air, Air dalam Tubuh Manusia with tags , , on April 22, 2009 by ekojuli

Liputan6.com, Jakarta: Saat ini, tingkat ketergantungan masyarakat pada air minum dalam kemasan semakin tinggi. Minuman ini dimana-mana seperti sudah menjadi kebutuhan. Di warung, rumah, sekolah, di tengah kemacetan apalagi saat dahaga selepas melakukan aktivitas atau berolahraga. Konsumsi air minum dalam kemasan mencapai 12 miliar liter per tahun. Nilai transaksinya mencapai lima triliun rupiah per tahun. Jumlah ini lebih besar ketimbang belanja obat nasional yang hanya mencapai Rp 4,5 triliun per tahun. Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan, kini ada lebih dari 1.400 jenis air minum dalam kemasan. Sebut saja para pemain besarnya, seperti Aqua, Vit, Ades, Monair, Aguaria, Prim-a, Hexagonal, dan ratusan merek lainnya. Menurut Willy Sidharta, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin), jika dihitung dari penghasilan pengusaha besar, omzet bisnis ini diperkirakan mencapai lima triliun rupiah. “Saat ini air minum dalam kemasan adalah produk yang paling banyak dikonsumsi,” kata Willy. Bisnis air bening ini akan terus meledak seiring dengan kian memburuknya lingkungan hidup dan pertambahan penduduk. Karenanya tak heran, seliter air minum dalam kemasan ada yang harganya sama atau lebih mahal ketimbang harga seliter bensin yang diolah dengan teknologi yang jauh lebih rumit dan mahal. Singkat cerita bisnis air minum lagi gurih-gurihnya. Keadaan ini memancing hukum pasar. Lantaran banyak diburu pembeli, munculah produk tiruan alias palsu. Barang palsu ini disimpan dalam botol bekas air minum kemasan yang dikumpulkan para pemulung. Menurut sejumlah pedagang besar botol bekas yang ditemui tim Sigi, sebelumnya botol bekas dipisahkan. Ada yang dijual sebagai limbah plastik daur ulang, dan ada juga yang akan dijual sebagai botol untuk diisi air minum kembali. Satu botol plastik yang masih mulus lengkap dengan tutup diterima seharga Rp 260. Seorang pengumpul, bisa memasok lebih dari 3.000 botol bekas dalam sepekan. Ini jauh lebih menguntungkan dibanding menjual botol rusak yang hanya laku tiga hingga lima ribu per kilo. Selain memanfaatkan botol bekas, modus pemalsuan air minum kemasan yang pernah terbongkar polisi adalah dengan cara mengoplos. Biasanya ini terjadi pada produk galonan. Caranya mencampur galon air kemasan asli dengan air isian sendiri. Modus ini biasanya dilakukan sopir atau agen nakal. Dengan cara itu pembeli tak menyangka galon air yang dibelinya palsu karena diantar langsung agen atau distributor resmi. Modus paling mudah adalah dengan memalsu secara terang-terangan merek maupun air galonan. Caranya, air galonan isi ulang dijual dengan merk pabrik besar. Modus ini mudah dilakukan karena saat ini banyak dijumpai industri rumahan yang memproduksi galon berikut tutupnya, plastik segel, dan tisu basah. Isinya bisa air dari perusahaan air minum atau membeli di depot air isi ulang. Kasus pemalsuan seperti ini, belum lama beselang terbongkar aparat Kepolisian Sektor Rungkut, Surabaya timur, Jawa Timur. Meski kejadian ini sudah berlangsung lama, Aspadin sepertinya kurang antusias memeranginya. Maklum, jika mereka mengumumkan produknya dipalsu bisa merusak pasar dan citra merek di mata konsumen. Galon air minum ini sudah sebulan teronggok di salah satu ruangan Mapolsek Rungkut. Isinya bukan Aqua asli melainkan galon berisi air isi ulang yang dikemas seolah air kemasan bermerek terkenal. Kejadian ini bermula saat polisi memergoki Azis tengah menjajakan 80 galon air minum di toko-toko di daerah Rungkut. Setelah diselidiki, Aqua yang dijual ternyata palsu hasil produksi sendiri. Azis ditangkap atas tuduhan memproduksi dan memperdagangkan Aqua palsu. Dia berdalih produk ini sangat laris di pasaran sehingga memilih memalsu merek ini. Ini dilakukan sejak empat bulan terakhir. Dalam seminggu Azis berhasil menjual 150 hingga 200 galon air. Dari setiap galon, Azis mendapat keuntungan bersih sekitar Rp 3.000. Sayang, jaringan pemalsu ini belum terbongkar tuntas. Pasalnya, Edi si pemasok tutup dan segel Aqua palsu hingga kini masih buron. Air minum galonan memang diakui Aspindo sebagai produk yang paling banyak dan mudah dipalsukan. Modalnya hanya galon bekas beserta tutupnya, segel plastik, tisu, dan sebuah hairdriyer untuk memanaskan plastik segel. Sejauh ini, merek yang paling banyak diincar para pemalsu adalah Aqua. Maklum merek ini sudah sangat terkenal, paling mahal, dan cepat laku. Penelusuran tim Sigi mendapati fakta, pemain bisnis ini justru melibatkan orang dalam, terutama menyangkut pasokan segel berikut tutup galon dan tisunya. Untuk memastikan produk air minum itu palsu atau asli ternyata tidak mudah. Apalagi air minum kemasan yang bening dan tak beraroma. Pengalaman buruk mengkonsumsi air minum kemasan dialami seorang ibu rumah tangga, sebut saja Nyonya Eni. Saat Eni memesan galon air minum kepada langganannya ternyata di dalamnya teronggok serpihan mirip daun kehijau-hijauan. Pengalaman itu tentu saja sangat mengecewakan. Selama ini Eni sangat fanatis dengan produk itu baik untuk memasak maupun membuat susu bagi anaknya yang belum genap setahun. Wowok, penjual air itu juga kaget. Dia mengaku sejak tiga tahun menjual air minum bermerk terkenal itu, baru sekali ini mendapati galon dagangannya bermasalah. Tim Sigi kemudian membawa air galonan itu kepada Willy. Tapi, Ketua Aspindo yang juga Presiden Direktur Aqua Golden Missisipi ini tak bisa memastikan air itu asli atau palsu karena seal atau segelnya sudah terbuka. Munculnya minuman palsu menunjukkan pengawasan terhadap produk makanan dan minuman oleh pemerintah masih mengecewakan. Para produsen jangan membiarkan produk mereka dipalsu dengan alasan akan berbalik merusak citra merek dagang. Konsumen berharap membeli air minum yang sehat bukan produk palsu yang sangat mungkin tercemar kuman atau bakteri.(IAN/Tim Sigi)

sumber :  .: liputan6.com :.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.